Kreatifitas Sineas Muda



Setelah saya membaca wacana dari Pak Setia Naka Andrian yang berjudul “Film dan Ikhtiar Kesadaran Kolektif “ Saya ingin berpendapat bahwa pembuatan film zaman dahulu hingga sekarang tak jauh beda. Setiap film memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda, entah dalam faktor internal maupun eksternal. Salah satunya mengenai keterbatasan biaya untuk penggarapan sebuah film. Hal tersebut sangatlah penting bagi sineas yang ingin merampungkan filmnya. Dalam wacana tersebut tertulis bahwa Usmar Ismail ketika mendirikan Perusahaan Film Nasional (Perfini), bertekad akan menciptakan film nasional. Terbukti film pertamanya mengalami keterbatasan dana ketika sedang melakukan pemotretan.
Saat ini sudah banyak generasi muda yang berkecimpung di dunia perfilman. Para sineas berlomba-lomba menunjukkan kekreatifannya. Mereka sama sekali tidak memperdulikan mengenai biaya, yang terpenting hanyalah berkarya. Jangan hanya karena dana produksi yang dianggap sebagai masalah klasik dapat menghentikan roda berkesenian.
Menurut saya di Kendal dengan adanya Rumah Kreatif Film Kendal (RKFK) yang telah melakukan pemutaran film perdananya dengan antusias penonton yang sangat baik, menunjukkan perfilman di tingkat daerah tak kalah dengan perfilman di kota-kota besar. Untuk itu kita sebagai generasi muda harus bisa memajukan dunia perfilman, yang terpenting ialah karya kita dapat diterima oleh masyarakat. Saat ini masyarakat lebih suka menonton film dibandingkan menonton teater atau membaca buku seperti novel. Oleh karena itu kita sebagai generasi muda harus bergerak lebih kreatif lagi untuk memberikan sebuah karya yang dapat diterima oleh masyarakat dengan tangan terbuka.
Kita harus mencontoh Mustofa seorang sineas muda yang mampu menggarap film dengan mengangkat kehidupan masyarakat Kendal. Baik dari keseniaannya hingga persoalan pelik mengenai TKW. Dari film garapannya yang berjudul “ Reksa “ dapat dilihat bahwa masyarakat saat ini telah dibutakan oleh harta. Salah saatu pilihannya adalah menjadi seorang TKW. Lantas apa yang akan terjadi pada kehiduapan keluarganya? Sang anaklah yang akan menjadi korbannya. Untuk itu tugas kita menumbuhkan kesadaran bagi masyarakat dan rasa kecintaan serta kepekaan terhadap segala sesuatu yang terjadi di daerahnya. Seharusnya saat peluncuran sebuah film harus dihadiri oleh pejabat yang terkait, agar meraka dapat melihat karya anak bangsa yang perlu diapresiasi atas pencapaian para sineas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kurang Efektifnya Pentas Seni Sekolah